Selasa, 17 September 2013

teks drama ambun dan rimbun

AMBUN DAN RIMBUN

Pada zaman dahulu kala, ada seorang janda yang memiliki duaorang anak. Yang pertama bernama Ambun,dan yang kedua bernama Rimbun.Mereka terlihat seperti kembar,padahal mereka bukan kembar.

Pada suatu malam, Rimbun melihat kakaknya termenung seorang diri di beranda rumah mereka.

Rimbun : kak! Apa yang sedang kakak pikirkan?

Ambun : kakak sedang memikirkan nasib keluarga kita. Kalau setiap hari hanya mencari kayu bakar, kehidupan kita tidak akan pernah membaik.

Rimbun : Lalu, apa rencana kakak?

Ambun : kakak akan pergi merantau untuk mengubah nasib keluarga kita. Banyak orang di kampung ini kehidupannya menjadi lebih baik sepulangnya dari merantau.

Rimbun : Wah, kalau begitu, Adik akan ikut kakak.

Ambun  : Jangan, Dik! Kamu di sini saja menemani ibu. Kalau Adik ikut, kasihan ibu ditinggal sendiri.

Rimbun : Tidak, kak! Adik harus ikut kakak

Ambun  : Baiklah, kalau begitu kamu boleh ikut kakak.

Ambun :Ibu,kami ingin pergi merantau.

Rimbun : Kami ingin memperbaiki nasib keluarga kita.Karena banyak orang yang pergi merantau kembali dengan sukses.

(Mengetahui keinginan anaknya,Sang Ibu terdiam karena anaknya masih sangat muda)

Ambun :Bagaimana,Bu?Apakah kami boleh pergi?

Ibu : Sebenarnya Ibu merasa berat mengizinkan kalian pergi. Ibu khawatir terhadap keselamatan kalian berdua di rantau. Kalian masih terlalu muda untuk merantau

Rimbun : Iya, Bu! Tapi, kami berdua bisa jaga diri dan saling menjaga.

Ibu : Baiklah, kalau memang kalian bersikukuh akan pergi, Ibu mengizinkan. Tapi Ibu berpesan, kalian harus menghormati orang lain dan jangan berpisah. Kalaupun harus berpisah, hendaknya kalian saling mengabari.

Rimbun dan Ambun : Terima kasih, Bu!

keesokan hari nya Mereka pun menyiapkan baju dan celana mereka Setelah itu mereka berkumpul kembali diberanda rumah. sebelum mereka pergi merantau, ibu menyiapkan beberapa butir beras. kemudian sang ibu menuang sedikit air ke beras tersebut kemudian mengoleskan nya ke atas kepala ambun dan rimbun seraya berdoa

Ambun dan Rimbun : Semoga Ranying Hatalla Langit menyertai kita. Kami berdoa semoga ibu selalu diberikan kesehatan.

(Sang Ibu mengeluarkan peti besi berisi keris pusaka yang disebut dohong)

Ibu : Senjata pusaka ini adalah peninggalan almarhum ayah kalian. Tapi, ingat! Senjata ini hanya boleh kalian gunakan jika dalam keadaan mendesak.

Ambun dan Rimbun : Baik, Bu! Kami akan selalu mengingat pesan Ibu. (bersalaman)

keesokan hari nya mereka pun pergiAmbun dan Rimbun berjalan mendaki gunung, menuruni lembah, dan menyeberangi sungai. Mereka berjalan mengikuti arah matahari terbenam. Saat malam tiba, mereka berhenti untuk beristirahat. Ketupat dan telur pemberian sang Ibu mereka makan sedikit-sedikit. Ketika matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tidak terasa, sudah berhari-hari mereka berjalan.Ketika memasuki hari ketujuh, Rimbun mendadak jatuh sakit, karena kelelahan berjalan jauh.

Ambun :Rimbun,kenapa engkau?

Rimbun :kakak,kepala ku sangat sakit dan seluruh tubuh ku terasa sangat lemah.

Ambun :Sebentar adikku,aku akan mencarikan engkau obat.

Rimbun : jangan,kakak harus melanjutkan perjalanan tanpa rimbun. Rimbun sudah tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan ini

Ambun : Rimbun... Adikku! Jangan tinggalkan kakak...!

Namun apa hendak diperbuat, adik tercintanya benar-benar telah menghembuskan nafas terakhir. Dengan diselimuti perasaan sedih, Ambun segera menyeret adiknya kemudian menutupi tubuh adiknya dengan kain Setelah itu, Ambun mencabut dohong adiknya.Lalu Ambun melanjutkan perjalanannya.

setelah berjalan jauh Ambun mendapati bekal nya telah habis dia merasa sangat lelah dan putus asa kemudian dia melihat ada seorang nenek yang sedang mengumpulkan kayu bakar.

Ambun: permisi nek, nenek sedang melakukan apa?

Nenek :Sedang mengumpulkan kayu bakar,anak muda. Siapa kah engkau? Dandari mana kah engkau berasal?

Ambun :Saya Ambun,Nek.Saya dalam perjalanan untuk merantau.Ketika di tengah perjalanan,adik saya Rimbun,meninggal karena sakit dan saya kehabisan bekal ditengah perjalanan, saya sangat membutuhkan tempat untuk tinggal sementara.

Nenek :Nenek ikut berduka cita atas meninggalnya adikmu. Kalau begitu kamu bisa tinggal di rumah nenek. Nenek memiliki persediaan makanan yang cukup.

Ambun :Terima kasih banyak Nek.

Kemudian ambun tinggal bersama nenek selama tinggal bersama nenek ambun rajin membantu nenek bekerja mencari kayu bakar. beberapa hari kemudian ambun tiba-tiba menerima sebuah surat dari kerajaan sambaratih yang memberitahukan tentang sebuah sayembara.Sayembara tersebut adalah mengambil bunga melati di atap istana Raja barang siapa yang berhasil mengambil bunga melati tersebut dapat menikah dengan seorang putri raja yang sangat cantik.

Ambun : Nek, bolehkah Ambun mengikuti sebuah sayembara dari kerajaan sambaratih yang akan dilaksanakan pagi ini?   

Nenek : Oh jangan, Cucuku! Jika Kamu gagal kamu akan dihukum gantung nenek tidak kuasa untuk melihat kamu gagal

Ambun : kenapa nenek mengetahui hukuman gantung tersebut padahal disurat ini tidak tertulis mengenai hukuman tersebut.

Nenek : begini cucuku sebenarnya dulu nenek adalah keluarga kerajaan sambaratih yang diusir karena menikah dengan rakyat biasa oleh karena itu nenek bisa mengetahui hukuman bagi barang siapa yang gagal mencabut bunga melati tersebut.

Ambun : Nenek tidak usah khawatir. Ambun pasti dapat mengatasinya.

Nenek : Benda apa itu, Cucuku?

Ambun : ini adalah Senjata pusaka peninggalan ayah saya nek, Senjata ini dapat menolong jika diperlukan.

Nenek : jika benda itu memiliki kekuatan untuk menolong mu Nenek akan memperboleh kamu untuk mengikuti sayembara itu.

Ambun: tetapi Nek,Ambun memiliki satu permintaan.

Nenek: Apakah itu, Cucuku?

Ambun : Bersediakah Nenek menyaksikan sayembara itu. Jika seandainya Ambun gagal, Nenek dapat menyaksikan Ambun menjalani hukuman gantung, dan saat itu adalah pertemuan terkahir kita.

Nenek : maaf cu nenek tidak sanggup untuk menyaksikan sayembara tersebut nenek akan tinggal dirumah saja berdoa untuk keselamatan mu.

Ambun: baik lah nek kalau begitu ambun pamit untuk pergi ke sayembara tersebut ambun meminta doa restu dari nenek.

Setiba ambun Di Kerajaan sambaratih ambun sedang menunggu giliranuntuk menunjukkan kesaktian nya sebelum giliran ambun, ada 7 pangeran yang gagal memotong bunga melati tersebut setelah mereka selesai Ambun mencabut dohongnya dan berhasil memotong melati tersebut kemudian dia berlari menuju ke dalam istana untuk memberikan melati itu pada sang putri

Ambun :Silakan,Tuan Putri.

Putri:Terimakasih,wahai pemuda yang sakti. Berdirilah perkenalkan siapa nama mu?

Ambun : nama  saya adalah ambun. Saya adalah seorang pencari kayu bakar yang sedang merantau tujuan saya untuk merantau adalah untuk memajukan keluarga kami

Putri : kamu adalah pemuda yang baiksetelah kesuksesan mu memetik bunga melati tersebut kamu berhak mendapat kehidupan kerajaan yang lebih layak bersama saya Sekarang aku akan ke belakang ,untuk mengambilkan minum.

 

(Sang Putri berjalan keluar,tapi kembali dengan berlari.)

Putri: Gawat,ke 7 pangeran tidak suka kamu menang dan mereka menyatakan perang kepada Kerajaan Sambaratih.

Ambun:Baiklah,Tuan Putri.Saya akan mengalahkan ketujuh pangeran itu.

Ambun kemudian pergi untuk mengalahkan ketujuh pangeran itu tuan putri merasa sangat gelisah ia sangat bergantung pada kesaktian ambun untuk menyelamatkan kerajaan sambaratih Tak lama kemudian ambun kembali.

Ambun:Saya telah berhasil mengalahkan mereka,Tuan Putri.

Putri:luar biasa, Kamu adalah seorang pemuda yang sangat sakti.Para rakyatku sekalian,pemuda ini telah berhasil memenangkan sayembara yang diberikan oleh Raja Sambaratih.Oleh karena itu,pemuda ini berhak untuk menikahi saya.

Ambun dan Putri pun menikah.Setelah hari pernikahan Ambun teringat akan adik dan ibu nya maka ia pun mencari air danum kaharingan belom untuk menghidupkan kembali adiknya dan ia pun kembali menemui ibu nya

Ambun :Ibu,ini Ambun,Ibu.Aku berhasil memenangkan sayembara dari Raja Sambaratih dan menikah dengan Putri Raja Sambaratih tetapi sayang rimbun telah tiada dia meninggal dalam perjalanan.

Ibu :Ambun,Ibu senang melihat engkau telah berhasil.Tetapi,sayangnya Rimbun tidak dapat ikut menikmati keberhasilan ini.

Ambun :Tapi,tenang saja Ibu. Ambun membawa Danum Kaharingan Belom yang dapat menghidupkan kembali Rimbun.

Ibu :Baiklah kalau begitu itu berita yang sangat baik, tetapi dimana kah kamu menguburkan rimbun anak ku?

Ambun : tenang saja ambun tahu tempat dimana rimbun dikubur ayo kita pergi ke kuburan Rimbun sekarang

Mereka pergi ke kuburan Rimbun, kemudian Ambun meneteskan Danum Kaharingan Belom ke sekujur tubuh Rimbun.Rimbun pun hidup kembali.

Rimbun :kakak...Apa yang terjadi?,kenapa Rimbun bisa berada disini???

Ambun :Itu tidak masalah ,Rimbun.Sekarang ayo kita akan pergi ke Istana. Kau dan ibu akan aku ajak untuk tinggal di istana

Akhirnya Ambun,Rimbun,Ibu tinggal di istana bersama dengan keluarga kerajaan juga nenek yang kembali di akui sebagai bagian dari kerajaaan sambaratih dan mereka hidup bahagia selama nya.

                                fin

 

contoh laporan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau

KATA PENGANTAR

            Puji Syukur  Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala  limpahan dan  karunia Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan percobaan penelitian yang  berjudul “ Pengaruh Cahaya dan Media tanam terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Kacang Hijau.


Dalam penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah kami alami. Oleh karena itu, terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena kemampuan kami  semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya kami dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pengajar Mata Pelajaran Biologi kelas XII IPA 2 yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan percobaan ini.


Dalam penyusunan laporan percobaan ini, kami menyadari pengetahuan dan pengalaman kami masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan bermanfaaat.Serta akhir kata penulis ucapkan terima kasih
.



                                                                                    Palangkaraya,              September 2013


                                                                                                     Kelompok II






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR  ……………………………………………………….
DAFTAR ISI                ………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang……………………………………………………….
B.   Rumusan Masalah……………………………………………………
C.   Tujuan Penelitian…………………………………………………….
D.   Manfaat Penelitian……………………………………………………
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.   Teori Dasar…………………………………………………………..
1.     Definisi Pertumbuhan dan perkembangan……………………
2.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.……………………………………………….
3.     Definisi Etiolasi………………………………………………
4.     Pengaruh Nutrien…………………………………………….
B.   Hipotesis……………………………………………………………
BAB III METODE PENELITIAN
A.   Waktu Pelaksanaan………………………………………………….
B.   Tempat Pelaksanaan…………………………………………………
C.   Objek Penelitian…………………………………………………….
D.   Alat dan Bahan………………………………………………………
E.    Cara Kerja…………………………………………………………..
F.    Veriabel…………………………………………………………….
G.   Cara Pengambilan Data…………………………………………….
BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN
A.   Hasil Penelitian…………………………………………………….
B.   Pembahasan……………………………………………………….
BAB V PENUTUP
A.   Kesimpulan…………………………………………………………
B.   Saran………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




















BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Tumbuh berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan seiring waktu, contohnya pada tanaman. Tanaman merupakan bagian besar dari alam yang ada di bumi kita ini. Selain itu keberadaan tanamann di bumi ini sebagai produsen terbesar sangatlah penting, karena ia merupakan satu kesatuan dari rantai makanan yang terdapat dalam ekosistem.
Ekosisitem terdiri dari dua macam komponen yaitu biotik ,yang terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka kami melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Cahaya dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau.

B.   Rumusan Masalah

Menurut latar belakang diatas, maka dapat di identifikasikan bahwa :

1.      Apakah cahaya dan media tanam mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman kacang hijau?
2.      Apakah ada perbedaan kecepatan tumbuh tanaman kacang hijau di tempat yang terang dan gelap?
3.      Apakah aada perbedaan kecepatan tumbuh tanaman kacang hijau pada media tanah subur, pasir dan kapas?

C.   Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh cahaya dan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau.
D.  Manfaat Penelitian

1.      Dalam penelitian ini diharapkan agar kita lebih memahami serta mengetahui proses pertumbuhan dan perkembangan.
2.      Dalam penelitian ini kita dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.  Teori Dasar


1.      Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran misalnya, volume, massa, dan tinggi pada makhluk hidup. pertumbuhan bersifat irreversible atau yang berarti tidak dapat balik. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Perkembangan bersifat kualitatif atau yang berarti  tidak dapat diukur.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

Faktor internal yaitu gen dan hormon, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah Air, cahaya, kelembapan, nutrien, suhu, oksigen dan nilai pH.

3.      Definisi Etiolasi

Etiolasi adalah peristiwa pertumbuhan tanaman yang cepat di tempat gelap (terjadi karena kekurangan cahaya). Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan
untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam
pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa
klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah
hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung
akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh
dan panen. Hasil penelitian F.W. Went, ahli fisiologi tumbuhan, pada tahun
1928 menunjukkan produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering
terkena sinar matahari. Selain itu, enzim riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu
pembentukkan asam indo asetat (salah satu jenis auksin). Itulah
sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang
tidak tegar karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber
makanan. (
www.trubus-online.co.id).



4.      Penggaruh Nutrien

Tumbuhan memerlukan nutrien sebagai sumber energi dan sintesis berbagai komposisi sel. Tumbuhan yang kekurangan nutrien dapat mengalami defisiensi. Defisiensinmengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan jika berkelanjutan akan mengakibatkan kematian.

B.  Hipotesis

Hipotesis dari penelitian ini adalah cahaya dan media tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yaitu menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau. Tumbuhan biji kacang hijau yang berada di lingkungan dan media tanam yang berbeda maka akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pula.
Tumbuhan yang di letakkan di tempat gelap batangnya akan lebih cepat tumbuh tinggi daripada tanaman yang di letakkan di tempat yang mendapat banyak cahaya. Dan perbedaan pada media tanam juga mempengaruhi pertumbuhan dan poerkembangan tumbuhan, seperti pada panjang akar, panjang batang dan jumlah daun.

























BAB III
Metode Penelitian
A.   Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini kami laksanakan dalam jangka waktu 1 minggu yang di mulai pada Jumat, 30 Agustus 2013 s/d Kamis 05 September 3013.
B.   Tempat Pelaksanaan
        Penelitian ini dilakukan di ruang kelas XII IPA 2
C.  Objek Penelitian
Objek yang kami teliti adalah tanaman kacang hijau.

D.   Alat dan Bahan
        Alat :                                                                                  Bahan :
-          5 buah Gelas Aqua                                     -    Tanah subur
-          1 buah botol Aqua 1L                                -    Pasir
-          1 buah botol Sprite                                     -    Kapas
-          Sapu Lidi                                                    -    Kacang Hijau
-          Alat tulis
-          Kertas
-          Penggaris
-          Kamera

E.   Cara Kerja

1.      Rendam biji kacang hijau selama 24 jam di rumah dan tiriskan.
2.      Siapkan alat dan bahan yang akan di gunakan dalam percobaan penelitian.
3.      Untuk mengamati pengaruh cahaya terhadap tumbuhan menggunakan botol aqua 1 liter sebanyak 2 buah.Kemudian,potong bagian tengah botol menggunakan gunting dan masukkan tanah subur ke dalam botol tersebut. Beri label A dan B pada masing-masing botol.
4.      Untuk mengamati pengaruh nutrisi terhadap pertumbuhan dan perkembangan gunakan 3 gelas aqua yang akan diisi menggunakan 3 media yaitu pasir,kapas, dan tanah subur.Beri label pada masing-masing gelas A,B,C.Gelas A diisi menggunakkan media tanah subur,gelas B diisi pasir dan gelas C diisi kapas
5.      Meletakkan sebanyak masing-masing 10 biji jagung pada botol A dan B.Kemudian meletakkan botol A di tempat gelap dan botol B di tempat terang.
6.      Meletakkan masing-masing 3 biji jagung di permukaan tanah subur  pada gelas A,di permukaan pasir pada gelas B dan di permukaan kapas pada gelas C.Lalu,letakkan ketiga gelas tersebut di tempat yang terang.
7.      Menandai semua biji yang di letakkan di semua media menggunakan kertas dan lidi.
8.      Setelah 2 hari,mengukur pertumbuhan dan mengamati perkembangan biji jagung pada media tanah subur,kapas, dan pasir setiap hari dan  biji jagung pada botol aqua setiap 3 hari sekali.

F.   Variabel
1.         Variabel bebas : jenis-jenis tanah (tanah biasa, tanah pasir, tanah merah).
2.         Varibel terikat : kecepatan pertumbuhan tanaman jagung dlihat dari akar, batang, dan daun tanaman kacang hijau.
3.         Variabel kontrol : volume air untuk menyiram, sinar matahari langsung, tempat penanaman, waktu penanaman, jumlah tanah, jenis biji jagung, jumlah biji jagung yang di tanam.

G.   Cara Pengambilan Data

Pengambilan data dilakukan dengan mengukur pertumbuhan dan mengamati perkembangan biji jagung pada media tanah subur, kapas, dan pasir setiap hari dan  biji jagung pada botol aqua di tempat yang terang dan gelap setiap 3 hari sekali.










BAB IV
Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Pengamatan


·         Tabel pertumbuhan tanaman kacang hijau dengan media tanam yang berbeda.

Media/ Hari Ke-
No.Biji
Tanah Subur
Pasir
Kapas
3
4
5
6
3
4
5
6
3
4
5
6
Panjang batang (cm)
1
0.7
1.3
4,7
7.4
1.3
2.6
5.5
6.2
1.7
2.8
7
10
2
0.5
1
1.5
1.8
0.7
1.5
4.5
7.2
1.2
2.3
5.9
9.3
3
0.9
1.5
3.8
7.8
0.4
1
2.2
3.4
1.4
2.5
5.7
8
Jumlah Daun
1
-
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
-
-
-
2
-
2
2
2
2
2
2
2
3
-
-
2
2
-
2
2
2
2
2
2
2

·         Tabel perbandingan pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat terang dan gelap pada hari ke-3 dan ke-6.

Hari ke-3
No biji
Terang
Gelap
Keterangan
Batang
Jumlah daun
Batang
Jumlah daun
Pada tumbuhan di tempat terang berwarna hijau kecerahan, batangnya berdiri tegak, cendrung pendek dan daun terlihat segar. Sedangkan tumbuhan di tempat gelap batangnya membengkok, lebih panjang, berwarna kuning pucat dan daunnya terlihat layu.
1
3.2
2
20.3
2
2
-
-
20.5
2
3
7
-
14
2
4
-
-
20
-
5
-
-
9.6
2
6
14
2
7.1
2
7
6.5
2
17.3
2
8
-
-
20.5
2
9
14.9
2
19.4
2
10
11.6
2
19
2

Hari ke-6
No biji
Terang
Gelap
Keterangan
Batang
Jumlah daun
Batang
Jumlah daun
Pada tumbuhan di tempat terang berwarna hijau kecerahan, batangnya berdiri tegak, cendrung pendek dan daun terlihat segar. Sedangkan tumbuhan di tempat gelap batangnya membengkok, lebih panjang, berwarna kuning pucat dan daunnya terlihat layu.
1
14.8
2
28
2
2
-
-
25.5
2
3
11.6
-
15.6
2
4
-
-
26.1
2
5
-
-
19.6
2
6
19
2
26.1
2
7
15.1
2
18.8
2
8
-
-
28.7
2
9
18.9
2
22.5
2
10
19.2
2
22
2

·         Tabel perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor cahaya dan media tanam.

Hal yang diamati
Tempat Terang
Tempat Gelap
Tanah Subur
Kapas
Pasir
Warna daun
Hijau
Kuning
Hijau
Hijau
Hijau
Warna batang
Hijau
Kuning
Hijau
Hijau
Hijau
Keadaan daun (permukaannya rata atau keriting)
Rata
Keriting
Rata
Rata
Rata
Keadaan batang (kukuh atau roboh)
Kukuh
Roboh
Kukuh
Kukuh
Kukuh

B.  Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman kacang hijau mulai berkecambah saat usia 3 hari. Saat itu terlihat kuncup batang mulai terlihat di atas permukaan tanah. Dalam percobaan yang kelompok kami lakukan akar kacang hijau terdapat dalam tanah sehingga sulit untuk di ukur. Tumbuhan kacang hijau yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan paling cepat terdapat dalam medium kapas dan pada tanaman keadaan gelap. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya dan media tanam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.

      Tanaman yang di tanam di tempat gelap batangnya cendrung lebih panjang daripada batang yang ditanam di tempat terang. Peristiwa ini terjadi karena adanya pengaruh hormon auksin. Hormon ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Di tempat yang gelap hormon auksin tidak bekerja karena tidak terkena cahaya matahari sehingga hormon auksin tidak terurai dan memacu pemanjangan batang. Namun keadaan batang di tempat gelap cendrung berwarna hijau kekuningan dan batangnya roboh. Peristiwa ini di sebut etiolasi. Berbeda dengan tanaman yang ditanam di tempat terang memiliki daun dan batang yang berwarna hijau, dan batang yang terlihat kukuh atau berdiri tegak.
      Tanaman kacang hijau yang di tanam di media yang berbeda juga menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Pada tanaman kacang hijau yang di tanam dengan media tanah subur memiliki batang yang kokoh dan daun serta batangnya berwarna hijau. Tanaman yang ditanam dengan media kapas lebih cepat tumbuh daripada tanaman yang di tanam dengan media lainnya. Hal ini karena kapas tidak mengandung unsur hara sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat di bandingkan media tanam yang lain. Sedangkan tanaman bermediakan pasir mempunyai pertumbuhan yang kurang baik daripada media tanam lainnya seperti tanah subur dan kapas. Karena kandungan zat dalam media tanamnya, di dalam pasir kacang hijau kurang mendapat unsur hara untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.












BAB V
Penutup

A.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian kami yang berjudul “Pengaruh Cahaya dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau” dapat disimpulkan bahwa :
Cahaya dapat menghambat pertumbuhan batang karena cahaya dapat menguraikan auksin sebaliknya, jika tanaman yang kekurangan cahaya dapat mengalami etiolasi atau pertumbuhan tanaman yang cepat di tempat gelap.
Media tanam juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau. jika suatu tumbuhan kekurangan sebagian nutrisi, maka tanaman tersebut mengalami defiensi yang mengakibatkan pertumbuhan terganggu dan jika berkelanjutan akan menyebabkan terjadinya kematian. Misalnya, kekurangan nitrogen yang merupakan unsur pembentuk klorofil akan mengakibatkan daun menguning atau klorosis.

B.  Saran
1.      Sebelum penanaman, terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk memecah doremansi (Masa berhentinya pertumbuhan akibat kondisi lingkungan yang tidak sesuai).
2.      Tanaman yang akan di teliti di tempat terang usahakan di letakkan di tempat yang terkena sinar cahaya matahari langsung agar hasilnya lebih baik.
3.      Tanaman yang akan diteliti di tempat gelap usahakan di letakkan di tempat yang benar-benar terlindungi dari sinar matahari agar hasilnya lebih baik.
4.      Sebaiknya menggunakan tanah yang benar-benar subur untuk menunjang pertumbuhan dalam media tanah.






Daftar Pustaka

           Kusumawati,Rohana. dan  Wigati HAdi Omegawati.2013.LKS Biologi.Klaten :Intan Pariwara
Kirana, Candra. 2012. Biologi SMA/MA Kelas XII Semester Gasal. Klaten: Viva Pakarindo.
Anshori, Moch. 2007. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Departemen Pendidikan        Nasional.
Kistinnah,Indun. 2009. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan
Syamsuri, Istamar dkk.2004. Biologi untuk SMA kelas 3A. Malang: Erlangga